
Pilek adalah sejenis penyakit yang cukup merepotkan. Tidak pandang bulu, siapa saja akan diserangnya. Sekalipun banyak obat-obat kimia/ farmasi yang setiap saat di iklankan di media dan tiap hari kita dengar, tapi banyak diantaranya yang masih belum cocok.
Cari Tau Pilek dan Penyebabnya
Pilek merupakan kondisi peradangan yang terjadi pada lapisan pada hidung
dan tenggorokan, sehingga berdampak pada produksi lendir menjadi
berlebihan. Orang yang terkena pilek pada umumnya mengalami kumpulan
gejala berupa nyeri tenggorokan, bersin-bersin, hidung tersumbat,
beringus, terkadang disertai dengan batuk-batuk.
Pilek disebabkan oleh jenis virus yang berasal dari kelompok coronavirus
dan rhinovirus. Orang yang terkena pilek dapat menularkan penyakitnya
secara kontak langsung maupun tidak langsung. Misalnya, ketika seseorang
secara tidak sengaja menghirup butiran-butiran bersin yang di keluarkan
penderita pilek di udara ini disebut penularan langsung, dan ketika
seseorang secara tidak sengaja memegang objek yang telah terkontaminasi
oleh virus penyebab pilek, lalu orang tersebut memegang hidung atau
mulut, maka ini disebut penularan secara tidak langsung.
Umumnya pilek berlangsung selama seminggu, namun pada anak-anak atau
balita kondisi ini bisa berlangsung lebih lama, yakni 10 sampai 14 hari.
Bahkan jika pilek disertai dengan batuk, bisa berlangsung hingga 3
minggu.
Cara Sederhana Mengatasi Pilek
Bila Anda mengalami pilek, coba tips berikut ini:
- Jangan sekali-kali mandi dengan air dingin, tapi mandilah dengan menggunakan air hangat, usahakan jangan kena angin, dan sesegera mungkin mengerinkan badan dengan handuk.
- Mandilah dalam satu hari 3 kali ( pagi, tengah hari, dan sore ).
- Lebih baik lagi setelah mandi air hangat, Anda minum air kacang hijau yang masih hangat tapi tidak perlu pakai gula atau air kacang hijau yang tawar dan hangat.
- Yang perlu dihindari adalah jangan minum ES,
Oh ya, sebagai informasi tambahan Temuilah dokter, antara lain jika
gejala pilek Anda tidak membaik atau tidak kunjung hilang setelah tiga
minggu. Selain itu Anda juga disarankan menemui dokter jika mengalami
pembengkakan parah pada kelenjar getah bening di ketiak dan leher,
kesulitan bernapas, dan merasakan sakit pada dada. Semoga bermanfaat.
Tambahkan Komentar